Diikuti Anak-anak Panti Asuhan, Serunya Belajar Shiroh Rasulullah yang Diinisiasi Naoemi Octarina

24
Kegiatan Belajar Shiroh Bersama Anak-Anak Hebat

BERANDANEWS – Makassar, Puluhan anak panti asuhan sangat antusias mengikuti dongeng Islami di Rujab Wagub Sulsel, Rabu, (23/6).

Kegiatan Belajar Shiroh Bersama Anak-Anak Hebat dengan tema “Rosulullah, Kota Thaif dan Kebun Anggur”. Anak-anak yang hadir dari Panti Asuhan Jabal Rahmah dan Panti Asuhan Nurul Iksan.

Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Andalan Mengaji ini diinisiasi oleh Naoemi Octarina, Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Dalam sambutannya, Naoemi Octarina menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk anak-anak agar bisa lebih mengenal kisah nabi, terutama kisah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

“Banyak hal yang bisa diteladani dari sifat Rasulullah, seperti bagaimana kesabaran, kelembutan dan perjuangan beliau yang sangat memikirkan umatnya,” ungkap Naoemi.

Ia berharap, anak-anak bisa menjadikan Nabi Muhammad sebagai salah satu yang diidolakan.

“Kalian adalah anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa. Kita berharap kegiatan ini disimak baik-baik, serta bisa diamalkan kelak dan mencontohkan sifat-sifat Rasulullah,” pungkasnya.

Membawakan Shiroh, Anugrah Fadreny Zab atau yang akrab disapa Mama Anggi mengisahkan sejarah hidup perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan dakwah Islam. Dimana saat di Mekkah, banyak orang Quraisy menolak ajaran Islam. Kematian Abu Talib dan Hazrat Khadija membuat Nabi Muhammad SAW sangat berduka dan menyebabkan runtuhnya pertahanan Islam di Mekkah. Rasulullah kemudian bertekad untuk menyebarkan Islam lebih luas lagi ke sekitar Mekkah.

Rasulullah pun berkelana ke sebuah kota kecil bernama Thaif yang berjarak 80 km dari Mekkah. Tak diduga, masyarakat di sana juga tidak menyambut dengan baik. Meski begitu, Rasulullah tetap sabar dan tidak membalas atas perlakuan yang diterimanya.

“Meski ditawari balas dendam tapi Rasulullah tidak ingin. Dia hanya berdoa, dan memohon kepada Allah agar dijadikan Rahmat, bukan menjadikan sebagai pembawa azab. Jadi jangan kecewakan perjuangan Nabi Muhammad, kita harap mampu sifat keteladanan ini bisa dipahami, diilmui dan jadi amalan yang dapat diterima,” harapnya.

Di akhir acara, Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina membagikan beragam hadiah dari kuis-kuis kepada anak-anak. Mulai dari hadiah berupa Al-Qur’an serta hadiah lainnya. (*)