Damkar Makassar terapkan Metode Nozzle Tanam untuk Padamkan Api di TPA Antang

Makassar – Berandasulsel.com, Kebakaran sampah di TPA Tamangapa sudah memasuki hari keempat sejak, Minggu (15/9/2019). Tim Pemadam Kebakaran (Damkar), masih terus berupaya memadamkan api di di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (18/9/2019).

Dinas Damkar Makassar memanfaatkan metode nozzle tanam untuk lebih mengefektifkan proses pemadaman api. Penggunaan Nozzle tanam ini dilakukan sejak Selasa (17/9/2019) hingga, Rabu (18/9/2019) 13.34 wita. Kadis Damkar Makassar Taufiek Rachman menuturkan, pihaknya melibatkan Manggala Agni Daerah Operasi Gowa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Penggunaan teknologi nozzle tanam pertama kali kami terapkan di TPA Antang. Tahun sebelumnya, kami memanfaatkan metode penyiraman pada permukaan untuk memadamkan api yang memakan waktu hingga enam hari,” kata Kadis Damkar, Taufiek Rachman.

Metode nozzle tanam banyak dimanfaatkan di area kebakaran gambut, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau.

Hal ini dilakukan karena memiliki karakteristik menyerupai lahan gambut yang sumber apinya berasal dari dalam tumpukan, atau timbunan sampah yang mengandung gas metan.

Kebakaran lahan gambut dan TPA Antang memiliki karakteristik ground fire atau kebakaran bawah. Di lahan gambut, api membakar bahan organik di bawah permukaan, sementara di TPA Antang api membakar bahan non organik di bawah permukaan. Ada 20 personel yang diturunkan untuk menyuntikkan cairan kimia flame freeze (racun api) di kedalaman sampah.
Cairan ini sebelumnya ditampung di tandon (bak) berdiameter 2 meter, yang dicampur dengan air sebanyak 5 kubik dari armada Damkar Makassar. Hasil campuran inilah yang diinjeksi ke dalam tanah dengan alat nozzle tanam.(red)