Cara Perawatan Tas agar Awet dan tahan lama

Perawatan Tas

Bagi wanita, pastinya ingin memiliki tas yang awet dan sering terlihat baru. Ketahanan sebuah tas memang sangat tergantung pada jenis material yang digunakan. Namun, bagaimana cara Anda memperlakukan dan merawat tas tersebut, juga dapat memengaruhi usia tas tersebut. Merawat tas memang harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai mengelupas hingga berjamur.

Terkhusus untuk tas kulit yang rentan rusak dan berubah warna. Jangan khawatir, jika Anda merawatnya dengan benar, tas kulit Anda bisa awet dan akan selalu terlihat seperti baru. Ikuti cara merawat tas kulit berikut agar awet dan tahan lama.

Simpan tas di dalam dust bag
Ketika Anda membeli tas baru, biasanya Anda akan mendapatkan dust bag, yaitu sebuah kantong pembungkus tas yang berfungsi untuk melindungi tas dari debu dan kotoran lain saat disimpan. Biasanya dust bag disertakan pada tas yang terbuat dari bahan kulit. Jadi, jangan buang dust bag ini, karena Anda memerlukannya untuk membungkus tas kulit kesayangan Anda.

Tapi ingat, jangan terlalu lama menyimpan tas di dalam dust bag. Anda tetap perlu mengeluarkan tas Anda untuk mendapatkan udara agar tidak terlalu lembap sehingga berjamur. Paling tidak dua minggu sekali Anda perlu mengeluarkan tas Anda dari dust bag.

Menggunakan bubble wrap
Untuk tas kulit yang jarang dipakai, mudah berubah bentuknya, apalagi tas kulit yang berukuran besar. Jika Anda meletakkannya di lemari dan tertindih oleh tas atau barang lain, maka bisa timbul lipatan atau bentuknya sudah tidak lagi seperti ketika Anda pertama membelinya. Karena itu, Anda perlu mengisi tas dengan bubble wrap atau bisa dengan kain bekas, kertas, plastik, dan sebagainya, untuk menjaga agar bentuk tas Anda tetap terjaga dengan baik.

Bersihkan noda
Jangan menunda untuk membersihkan tas Anda saat terkena noda. Membiarkan sesaat akan membuat noda menjadi makin sulit dibersihkan. Pastikan Anda mengetahui jenis noda yang menempel pada permukaan kulit karena penanganannya akan berbeda-beda. Noda yang paling sering menempel pada tas adalah noda minyak.

Jangan gunakan air untuk membersihkan noda minyak, karena air akan merusak serat kulit saat minyak menempel. Gunakan bedak talk dan kain lembut untuk membersihkannya. Untuk noda tinta, Anda bisa memakai produk khusus penghilang noda pada permukaan kulit. Jika tas Anda tidak seluruhnya terbuat dari kulit, Anda perlu lebih dari satu produk untuk menghilangkan noda tersebut karena penanganannya akan berbeda.

Gunakan micro fiber atau kapas untuk membersihkan tas
Jangan sembarangan menggunakan bahan kain untuk membersihkan tas. Apalagi memakai tisu basah untuk menyeka debu pada tas kulit Anda. Pakailah kapas untuk menjaga agar tekstur permukaan kulit tidak rusak atau tergores. Selain kapas, Anda juga bisa menggunakan micro fiber yang memiliki tekstur sangat lembut dan dapat menyerap kotoran dengan baik. Hindari pula membersihkan tas kulit Anda dengan menggunakan spons.

Melembapkan tas kulit dengan kondisioner kulit
Baik tas kulit asli maupun imitasi perlu diberi kondisioner untuk menjaga kelembabannya. Tas dari bahan kulit yang kehilangan kelembapan akan membuatnya jadi berkerut, kaku, hingga mengelupas. Karena itulah perlu Anda poles dengan kondisioner khusus untuk merawat tas kulit.

Kondisioner ini bisa Anda dapatkan di toko-toko yang menjual leather goods, bentuknya krim dan terdapat cara menggunakannya. Kondisioner ini dapat menjaga tas kulit Anda tetap lembut dan lentur seperti baru.

Jauhkan dari paparan sinar matahari
Pastinya Anda tidak bisa menghindari sinar matahari saat bepergian mengenakan tas kulit. Hanya saja Anda perlu memastikan agar permukaan tas kulit Anda tidak terpapar terlalu lama dengan sinar matahari alias menjemurnya hingga membuatnya panas. Jika ini terjadi, maka tas kulit Anda bisa berubah warna dan menjadi kusam.

Sayang sekali jika tas kulit kesayangan Anda yang punya warna unik jika harus berubah warna. Selain itu, tekstur kulit juga akan menjadi kering, retak, hingga terkelupas permukaannya. Kalau ternyata tas Anda basah atau terkena cipratan air, jangan menjemurnya. Lap dengan menepuk-nepuk bagian yang basah, lalu diangin-anginkan. Demikian dilansir dari laman urbanicon.co.id(*)