Cara Cek Status Penerima Vaksin Covid-19

28

Berandasulsel.com – Makassar, Pemerintah Indonesia mulai melaksanakan Program vaksinasi Covid-19 pada pertengahan Januari 2021, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan mengeluarkan izin penggunaan vaksin virus corona.

Adapun proses vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Di tahap pertama, vaksinasi diutamakan untuk petugas kesehatan, petugas publik, dan kemudian lansia.
Sementara untuk tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022. Jumlah keseluruhan, total target penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sekitar 181 juta penduduk atau sekitar 70 pesen total penduduk.

Adapun Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 12758/2020 tentang Penetapkan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, terdapat tujuh jenis vaksin yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Jenis itu meliputi: Vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNTech, Sinovac Life Sciences Co, Ltd.

Bagi warga yang telah menerima SMS edukasi dan masuk dalam kategori prioritas pertama penerima vaksin dapat mengecek status penerima vaksin melalui situs pedulilindungi.id. dengan cara :

1. Pada halaman utama situs tersebut akan tampil menu utama dengan tulisan “Periksa status NIK Anda (saat ini khusus Tenaga Kesehatan) dalam program vaksinasi di sini”.
2. Kemudian pilih “Periksa”.
3. Selanjutnya, masukkan nomor NIK yang tertera pada KTP Anda.
4. Masukkan kode captcha yang tersedia.
5. Klik “Selanjutnya”
6. Apabila Anda telah terdaftar, maka muncul pemberitahuan: “Selamat Anda dengan NIK (nomor NIK Anda) terpilih sebagai calon penerima vaksinasi COVID-19 GRATIS.

Apabila belum termasuk dalam prioritas penerima vaksin maka akan muncul pemberitahuan: “Mohon maaf, Anda dengan NIK (nomor NIK Anda) saat ini BELUM termasuk calon penerima vaksinasi COVID-19 GRATIS pada periode ini”.

Kemenkes juga mulai mengirimkan SMS pemberitahuan kepada warga yang terdaftar sebagai penerima vaksin tahap pertama. Kemenkes akan mengirimkan SMS pendaftaran berupa link untuk registrasi. Pengiriman SMS pemberitahuan tersebut sudah dimulai sejak Kamis, 31 Desember 2020.(*)