Bencana gempa dan longsor menimbulkan pengaruh mental dan kesedihan bagi korban. Korban dan keluarga terdekat dapat mengalami trauma sehingga tidak menutup kemungkinan butuh bantuan secara fisik maupun psikologis.
Perlu ada rasa simpati dan empati untuk korban atau keluarganya. Bila ada kesempatan berinteraksi, maka sebisa mungkin hindari bertanya-tanya hal yang dapat mengorek pengalaman buruk. Anda cukup dengan jadi pendengar yang baik, atau bila perlu berikan sesuatu yang mungkin dibutuhkan.
Gurauan dan candaan yang tidak pada tempatnya juga sebaiknya dihindari saat menyampaikan ucapan duka bencana alam maupun musibah apapun. Lebih baik mendengarkan,
Bila ada korban atau keluarga yang bersedih dan menangis, jangan dilarang karena hal ini merupakan proses yang normal dalam menghadapi kesedihan. Ucapan duka bencana alam maupun musibah lain, adalah dengan memberikan informasi sesuai pada tempatnya. Ucapan duka bencana alam maupun musibah semestinya tidak malah menambah luka. Hindari mengungkit-ungkit kenangan pahit yang oleh para ahli psikologi disebut trauma sekunder.





