Bulukumba dan beberapa Daerah di Sulsel Raih Penghargaan Pembinaan Proiklim 2019

Berandasulsel.com – Bulukumba, Program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Program ini merupakan penghargaan kepada daerah yang setiap tahunnya digelar pada Festival Iklim KLHK.

Ada beberapa daerah yang akan menerima penghargaan tersebut tahun ini diantaranya adalah Pemkab Bulukumba dan rencananya Penghargaan akan diterima pada acara puncak Festival Iklim Tahun 2019, Rabu (2/10) di Auditorium Manggala Wanabakti KLHK Jakarta.

Berdasarkan surat undangan penyerahan apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2019 yang diteken Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK RI, Dr Ir Ruandha Agung Sugardiman, tanggal 27 September 2019. Dalam surat yang bernomor: LIN.84/PPI/API/PEB.7/9/200 tersebut, Pemkab Bulukumba Kabupaten Bone, Sinjai, Gowa dan Barru, termasuk Pemprov Sulsel.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali akan menghadiri penyerahan penghargaan tersebut bersama dengan perwakilan Desa Salassae, Armin Salassa yang juga akan menerima Trophy Proklim Lestari 2019.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK, Muh Ardi Nur mengatakan, Pemkab menerima penghargaan atas upaya mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim melalui penetapan regulasi, pembinaan dan pendampingan dalam pengendalian perubahan iklim. Desa Salassae yang diwakili oleh Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS) kembali mendapat Trophy Proklim dengan kategori Lestari dimana sebelumnya pada tahun 2017 yang lalu menerima Trophy Proklim kategori Utama.

“Trophy Proklim ini ada 4 tingkatan yaitu, Pratama, Madya, Utama dan Lestari. Tingkatan Lestari adalah yang tertinggi,” ungkapnya.
Untuk mendapatkan Trophy Proklim Lestari, tambah Ardi Nur, minimal kelompok tersebut telah mengembangkan kegiatan proklim ke 10 lokasi desa/dusun lainnya.
“Nah KSPS Salassae ini sudah melakukan pembinaan di 49 lokasi lainnya, meski yang mereka daftar di Sistem Registrasi Nasional hanya 13 lokasi,” pungkas Ardi Nur. (red)