Bentuk Kesyukuran Gubernur Sulsel merayakan Ulang Tahun ke 57 tahun

54

Berandasulsel.com – Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, merasa bersyukur masih diberikan umur yang panjang dan dalam kondisi sehat, serta dapat diberikan amanah memimpin Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Saya bersyukur kepada Allah SWT masih diijinkan untuk menikmati hidup di usia ke 57 ini dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Nurdin Abdullah, di acara peringatan hari lahirnya, di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu, (7/11).

Hadir istri, anak, cucu dan menantu. Kepala OPD, bupati/wali kota, serta berbagai perwakilan instansi, organisasi dan perusahaan juga datang membawa kue ulang tahun.

Bagi Nurdin, hari jadi kelahiran memiliki dua arti. Pertama bergembira usia kita bertambah, tetapi juga bersedih karena jatah usia semakin berkurang.

Ia juga berterima kasih atas kiriman makanan, kue ulang tahun, dan karangan bunga ucapan selamat yang diberikan. Namun, ia ingin agar kue dan makanan yang diberikan kepadanya selanjutnya diberikan kepada panti asuhan untuk anak-anak yatim.

“Tentu saya ingin menyampaikan terima kasih kepada semua. Mohon maaf merepotkan, walaupun dengan segala keikhlasan dengan mengirimkan kue dan makanan. Tetapi izinkan saya kue-kue ini dan beberapa makanan seperti nasi tumpeng, mohon izin kepada yang mengirimkan untuk berbagi kebahagiaan, setelah ini akan kita kirimkan ke panti asuhan. Supaya anak-anak kita juga bisa menikmati berkah ulang tahun gubernurnya,” ucapnya.

Berkah lainnya, kiriman kue, makanan dan karangan bunga merupakan kegiatan ekonomi masyarakat yang menjadi bagian dari pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Saya merasa bangga untuk kue ini, karena ini juga merupakan bagian dari pemulihan ekonomi. Termasuk kembang yang dikirimkan, saya kira sekali lagi terima kasih, mohon maaf semuanya jadi repot,” ujarnya.

“Saya bersama keluarga menyampaikan terima kasih atas atensi dan perhatian semua,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Nurdin juga menyampaikan kondisi Sulsel dan harapannya. Pertama, bagaimana melindungi warga dari Covid-19. Kedua, Indonesia memasuki masa resesi. Diharapkan Sulsel menjadi penopang ekonomi nasional.

Sementara dalam sambutannya, baik Lies dan Nurdin banyak saling memuji dan bercanda. Mereka juga berbagi tips berumah tangga.

Lies mengaku, selama berumah tangga, ia tidak pernah dimarahi oleh suami yang diakuinya sebagai sosok tegas. Ia mempelajari apa yang disuka dan tidak disukai oleh ayah tiga orang anak ini. Hal yang disukai Nurdin adalah berkumpul dengan anak dan cucu.

“Kalau ada yang kurang menyenangkan. Saya panggil anak-anak untuk menemani Bapak. Langsung berubah, langsung ceria, apalagi kalau sudah dipanggil cucunya. Berubah semua,” ungkap Lies dengan tersenyum.

Bagi Lies, Nurdin adalah sosok suami dan kakek yang sangat sayang dan memperhatikan keluarga.

Nurdin sendiri menyampaikan bahwa dalam berumah tangga, hal yang paling diperhatikan adalah bagaimana dapat menjadi contoh yang baik bagi keluarga, terutama dalam mendidik anak-anak.

“Ini rahasia keluarga saya bersama istri 35 tahun. Kita tidak pernah keluar kata-kata kasar. Apalagi membentak, karena itu akan dicontoh anak-anak kita,” tuturnya. (*)