Bahlil sebut untuk Mobil Pribadi Pembelian sekitar 50 liter per hari sudah tergolong Cukup

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (Dok)

BERANDANEWS – Jakarta, Pemerintah belum melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik untuk jenis subsidi maupun non subsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan hingga kini Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) dan sejumlah operator SPBU swasta masih melakukan pembahasan terkait kemungkinan penyesuaian harga. Namun sampai saat ini belum ada keputusan perubahan tarif.

“Artinya apa? Belum juga ada penyesuaian harga, dan masih tetap sama,” jelas Bahlil.

Selain itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika harga energi global yang masih bergerak fluktuatif.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan konsumsi energi nasional.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerjasama dan masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” katanya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (31/3/2026).

Dia mencontohkan, pengisian bahan bakar kendaraan pribadi secara wajar dapat dilakukan sesuai kapasitas kebutuhan harian. Menurutnya, untuk mobil pribadi, pembelian sekitar 50 liter per hari sudah tergolong cukup.

“Sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil, satu hari 50 liter, itu tank-nya sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke sana. Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak,” lanjut Bahlil.

Lebih jauh, Bahlil memastikan hingga kini belum ada penyesuaian harga untuk BBM non subsidi, termasuk solar berkualitas tinggi. Pemerintah, katanya, masih melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

“Sekali lagi, belum ada penyesuaian harga. Sudah kurang tentu dengan dinamika flukuasi harga dunia yang perkembangannya cepat, maka kami juga akan melakukan kajian-kajian lebih cepat sesuai dengan perkembangan yang ada pada dunia,” tegasnya.

Untuk BBM subsidi, dirinya memastikan harga tetap dipertahankan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, langkah itu dilakukan agar perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah tetap terjaga.

“Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapatkan atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.(*)