Ashari Pimpin Lapas Bulukumba, Dinilai Berpengalaman di Pemasyarakatan

BERANDANEWS – Bulukumba, Kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba resmi berganti. Akbar Amnur menyerahkan estafet jabatan kepada Ashari, yang kini dipercaya sebagai Kepala Lapas Bulukumba.

Pergantian pimpinan ini merupakan bagian dari rotasi dan promosi jabatan di lingkungan pemasyarakatan. Akbar Amnur mendapat promosi ke lingkungan Sekretariat Jenderal, setelah memimpin Lapas Bulukumba dalam situasi yang menuntut stabilitas organisasi dan ketertiban internal.

Ashari bukan figur baru di dunia pemasyarakatan. Ia dikenal memiliki rekam jejak yang tumbuh dari proses birokrasi panjang, dengan pengalaman teknis dan struktural di berbagai unit kerja. Pendekatan kepemimpinannya cenderung sistematis, berbasis prosedur, dan menekankan penguatan tata kelola internal lembaga.

Ketua Pemuda Justicia Kabupaten Bulukumba, Syamsul Bahri Majjaga, menilai penunjukan Ashari sebagai Kepala Lapas Bulukumba didasarkan pada pengalaman dan kapasitas yang relevan dengan tantangan pemasyarakatan saat ini.

“Ashari memiliki rekam jejak kerja yang konsisten. Ia memahami kerja teknis lembaga, disiplin prosedur, serta pentingnya stabilitas internal. Ini menjadi modal penting untuk memimpin lapas dengan kompleksitas tinggi seperti Bulukumba,” ujar Syamsul.

Menurutnya, tantangan pemasyarakatan ke depan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut pembinaan warga binaan, integritas aparatur, dan kepercayaan publik. Karena itu, kepemimpinan yang berorientasi pada sistem dan kerja nyata sangat dibutuhkan.

Syamsul berharap, selama bertugas di Bulukumba, Ashari mampu menghadirkan perbaikan yang berdampak langsung, baik dalam peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan maupun dalam membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah.

Ia juga menilai, apabila kepemimpinan Ashari di Bulukumba mampu menunjukkan kinerja yang terukur dan berkelanjutan, maka promosi ke jenjang jabatan yang lebih tinggi merupakan konsekuensi rasional dalam sistem karier birokrasi.

“Promosi bukan tujuan, tetapi bentuk pengakuan atas kinerja dan integritas. Jika Ashari berhasil memperkuat Lapas Bulukumba, wajar jika ke depan mendapat kepercayaan yang lebih besar,” tambahnya.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas birokrasi, melainkan momentum untuk memperkuat profesionalisme pemasyarakatan di Bulukumba, dengan tetap menjunjung nilai keadilan dan kemanusiaan.(*)