Akhir Tahun, Pemkot tetap Awasi Lonjakan Harga

72

Berandasulsel.com – Makassar, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mengawasi persoalan inflasi di Kota Makassar, tujuannya untuk memonitoring harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun. Saat Rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona Kota Makassar, di Ruang Sipakalebbi, Rabu (4/12) kemarin.

Berdasarkan data yang dirilis kota Makassar masih berada pada rentang sasaran 3,5+ persen. Inflasi IHK (headline) per November 2019 berada pada posisi 3,34 persen. Menurut Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI), Endang Kurnia Saputra mengungkapkan, saat ini inflasi masih bisa terkendali seperti sebelum sebelumnya.

“Inflasinya terkendali. Kalau dulu-dulu, kota Makassar IHK-nya 8 persen. Sekarang sekitar 3,34 persen. Jadi kita bisa kendalikan inflasi, Disdag kota Makassar telah menyediakan truk-truk yang bisa dipergunakan pada saat ada yang meningkat. Truk ini terus bergerak melakukan operasi pasar,” jelas Endang.

Menurutnya, di kota Makassar tiap tahun cabe merah, ikan bolu , ikan cakalang menjadi penyebab inflasi. Selain itu, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara struktural melalui penguatan produksi dan distribusi, penguatan riset dan aplikasi teknologi serta penguatan skim pembiayaan.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengungkapkan pada prinsipnya kita menghadapi persoalan inflasi, untuk persoalan pangan itu harus dilihat kedalam. Kalau komoditinya bersifat strategis kita harus segera operasi pasar,” ucap Iqbal.

Namun menurut Iqbal harga di pasaran masih relatif aman.

“Stake holder terkait seperti Dinas Perdagangan juga setiap Senin dan Kamis memantau harga. Dari pihak kepolisian juga memantau tiap hari harga-harga di pasaran,” jelasnya.

Selain itu, Iqbal menjamin tidak akan ada lonjakan harga yang terlalu tinggi di akhir tahun 2019.

“Natal dan tahun baru Insya Allah tidak ada lonjakan harga yang terlalu tinggi. Kita juga fokus pada gas elpiji 3 kg,” tutup Iqbal. (*)