KPPG Sulawesi Selatan: Ketua Golkar Sulsel Butuh Kedalaman Kultur, Bukan Gaya Demonstratif

Bendera Partai Golkar

BERANDANEWS – Makassar, Dinamika bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menghangat. Namun, muncul kritik tajam terhadap gaya politik Munafri Arifuddin yang dinilai tidak sejalan dengan karakter dan kultur politik Golkar sebagai partai mapan.

Pengurus Kesatuan Pemerhati Partai Golkar ( KPPG ) Sulawesi Selatan menilai pendekatan politik Munafri terlalu demonstratif dan cenderung memaksakan ekspresi ambisi ke ruang publik, sesuatu yang dianggap tidak lazim dalam tradisi kontestasi internal Golkar.

“Golkar bukan partai yang dibangun dengan politik gaduh. Ini partai matang, dewasa, dan terbiasa bekerja melalui konsolidasi internal, bukan demonstrasi ambisi,” tegas Presidium KPPG Sulawesi Seletan, Asnawir Gassing, Selasa (13/1/2026)

KPPG membandingkan gaya Munafri dengan sejumlah figur lain yang juga disebut-sebut sebagai kandidat Ketua DPD I Golkar Sulsel, seperti Andi Ina Kartika Sari, Indah Putri Indriani, dan Ilham Arief Sirajuddin, yang dinilai lebih merepresentasikan watak politik Golkar yang tenang, terukur, dan struktural.

Menurut KPPG, keunggulan Golkar dibanding partai-partai lain di Sulawesi Selatan terletak pada culture organisasi yang kuat dan mengikat seluruh struktur. Kultur inilah yang menuntut pemimpin Golkar memiliki kesabaran politik, kemampuan teknis organisasi, serta pemahaman mendalam terhadap etika internal partai.

“Ketua DPD I itu bukan sekadar jabatan politis, tapi posisi kultural. Harus paham irama Golkar, bukan hanya tampil ke depan,” jelas Asnawir.

Asnawir Gassing juga menyoroti rekam jejak Munafri Arifuddin di struktur elit Golkar Sulsel yang dinilai masih minim. Munafri baru menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar dan secara akumulatif belum cukup lama berproses di kepengurusan strategis partai.

“Kalau bicara kultur Golkar, proses itu penting. Beliau belum cukup lama berada di struktur elit untuk bisa mengklaim pemahaman utuh terhadap kultur politik Golkar Sulsel,” tegasnya.

Selain itu, KPPG Sulawesi Selatan menegaskan, Golkar Sulsel membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjaga marwah partai, merawat soliditas internal, dan memahami tradisi politik Golkar, bukan sekadar mengedepankan gaya politik yang demonstratif dan reaktif.(*)