BERANDANEWS – Makassar, Momentum kunjungan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, ke Sulawesi Selatan memancing perhatian publik setelah Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat (LASKAR) Sulawesi Selatan menyampaikan desakan terbuka terkait dugaan monopoli dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari kebijakan nasional pemerintahan Prabowo–Gibran.
Ketua Harian LASKAR Sulawesi Selatan, Ilyas Maulana, S.H., menyatakan bahwa kehadiran Saras di Makassar menjadi momentum penting bagi publik untuk memperoleh kejelasan atas persoalan yang selama ini menimbulkan tanda tanya besar.
“Sebelumnya kami sudah melaporkan persoalan ini ke DPP Partai Gerindra. Kehadiran Ibu Saras di Sulawesi Selatan adalah momentum publik Makassar mendapatkan penjelasan terkait dugaan praktik monopoli dapur MBG di daerah ini,” tegas Ilyas Maulana, Senin (08/12/2025).
Menurut LASKAR, terdapat dua nama yang kuat muncul di ruang publik sebagai pihak yang mengklaim sebagai orang dekat Rahayu Saraswati, yakni Voni Amelia dan Yasir Mahmud.
Keduanya diduga terlibat dalam pengaturan alur dan akses operasional dapur MBG, sehingga menimbulkan kesan adanya monopoli dan permainan kekuasaan di tingkat daerah.
Ilyas menambahkan bahwa temuan ini bukan sekadar rumor, melainkan hasil penelusuran lapangan dan laporan masyarakat yang merasa dirugikan akibat mekanisme penunjukan penyedia dapur MBG yang diduga tidak transparan.
“Kami tidak menuduh, tetapi meminta klarifikasi resmi. Publik berhak tahu apakah benar ada kedekatan personal yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu dalam proyek besar MBG. Ini menyangkut uang negara dan masa depan program yang menjadi janji utama Prabowo–Gibran,” ujar Ilyas.
LASKAR Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengawal isu ini. Mereka meminta Gerindra, khususnya jajaran pimpinan pusat, memastikan bahwa implementasi program MBG berjalan transparan, tanpa dominasi kelompok tertentu yang mengatasnamakan kedekatan politik.
“Kami akan terus mendorong audit, membuka temuan, dan memastikan bahwa program MBG benar-benar untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang,” tutup Ilyas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rahayu Saraswati maupun pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan pernyataan resmi.(*)





