Sekda Luwu Purna Tugas setelah Hampir Empat Dekade mengabdi

Sulaiman (kiri), dan Plh Sekda Luwu Muh Rudi (kanan)

BERANDANEWS – Luwu, Berakhirnya masa tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Sulaiman, yang memasuki masa pensiun per Senin, 1 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar acara pengantar purna tugas sebagai penutup perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah hampir empat dekade mengabdi.

Bupati Luwu, Patahudding, kemudian menunjuk pelaksana harian (Plh) Sekda untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis ini akan melalui prosedur sesuai ketentuan.

“Jabatan Sekda Kabupaten Luwu kita isi dulu dengan pelaksana harian (Plh) sambil menunggu proses sesuai prosedur,” kata Patahudding.

Sementara Plh Sekda Luwu yang baru, Muh. Rudi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala DPMPTS Luwu, dikenal sebagai pamong senior dengan pengalaman panjang dalam birokrasi dan pelayanan publik sehingga dinilai mampu menjaga ritme organisasi pemerintahan tetap stabil.

Patahudding juga menyampaikan terima kasih kepada Sulaiman atas pengabdiannya selama 30 tahun sembilan bulan sebagai ASN di Kabupaten Luwu.

“Semoga pengabdian beliau menjadi amal ibadah di sisi-Nya,” ujarnya.

Patahudding menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berakhirnya masa pengabdian H. Sulaiman, yang selama 9 bulan terakhir mendampingi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

“Pak Sekda bagi kami seperti orang tua. Beliau tulus, ikhlas bekerja, dan selalu memberi ketenangan,” tutur Bupati.

Bupati juga menceritakan bahwa sejak awal menjabat, dirinya dan Wakil Bupati sangat membutuhkan pendamping yang berpengalaman dan memiliki integritas tinggi. Sosok itu, menurutnya, ditemukan pada diri H. Sulaiman.

Bupati tak lupa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sekda dalam berbagai program strategis, termasuk keberhasilan Kabupaten Luwu mencapai Universal Health Coverage (UHC) hanya dalam waktu tiga bulan.

Bupati juga berpesan, Walaupun secara administrasi masa jabatan telah berakhir, ia berharap Sekda tetap mengabdi untuk Kabupaten Luwu. Pengabdian tidak dibatasi oleh aturan, tapi oleh keikhlasan.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Luwu atas hampir empat dekade pengabdian H. Sulaiman.

Sementara Kepala Bapenda Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, membuka rangkaian acara dengan sepatah kata yang sarat makna.

Ia menegaskan bahwa ritme pemerintahan Kabupaten Luwu selama ini tidak lepas dari keteladanan Sulaiman.

“Beliau bukan hanya administrator, bukan sekadar pejabat. Beliau adalah sosok pemimpin yang bekerja dengan ketulusan dan keteguhan hati,” ucap Sofyan.

“Jejak kepemimpinan beliau tidak hanya tertinggal dalam sistem tata kelola, tetapi juga di hati kami, para ASN,” tambahnya.

Sulaiman kemudian menyampaikan sambutan yang penuh refleksi atas perjalanan kariernya yang dimulai pada 1986 sebagai bujang sekolah di SDN Negeri Palopo hingga dipercaya menjabat Sekretaris Daerah sejak 2020. H. Sulaiman mengisahkan perjalanan kariernya selama 39 tahun 9 bulan sebagai ASN, dimulai dari pengangkatan sebagai bujang sekolah di SDN Negeri Palopo pada tahun 1986, hingga akhirnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu sejak tahun 2020.

Beliau menceritakan berbagai fase tugas yang diemban mulai dari staf, kepala sub bagian, kepala bidang, sekretaris badan, staf ahli bupati, hingga memimpin perangkat daerah sebelum akhirnya dipercaya sebagai Sekda.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas perjalanan yang panjang itu.

“Malam ini kami mengakhiri tugas kami sebagai pegawai negeri sipil. Kami bersyukur, karena dilepas dengan penuh penghormatan oleh keluarga besar pemerintah Kabupaten Luwu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak jika selama menjalankan tugas terdapat kekeliruan.

“Yang namanya manusia tentu tidak luput dari kesalahan. Jika ada kata atau tindakan yang kurang berkenan, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.

H. Sulaiman juga menitipkan pesan kepada para ASN agar selalu mengedepankan keikhlasan, rasa syukur, serta semangat berbagi, karena menurutnya tiga prinsip itulah yang menuntunnya dalam perjalanan karier tanpa harus larut dalam kekhawatiran mutasi ataupun dinamika birokrasi.

Acara ramah tamah ditutup dengan penyerahan cenderamata, pelukan hangat, serta doa bersama untuk kesehatan dan keberkahan H. Sulaiman beserta keluarga. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika para pejabat dan ASN memberikan salam perpisahan.(*)