BERANDANEWS – Makassar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan saat ini ada 625 yang terdaftar, namun yang memiliki Sertifikat Layak Higiene Sanitisi (SLHS) baru 46 SPPG.
Bahkan baru 536 SPPG yang beroperasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN) Brigjen (Purn) Suardi Samiran pada kegiatan sosialisasi Penjamah Makanan di Hotel Myko Makassar, Sabtu (22/11/2025)
“Sebanyak 536 SPPG yang beroperasi dan melayani jumlah penerima manfaat (MBG) 1,39 juta jiwa. Jumlah ini cukup signifikan untuk memperbaiki gizi anak-anak di Sulsel, terutama mengurangi stunting untuk balita serta ibu hamil dan ibu menyusui,” ujarnya
Menurutnya SPPG sebagai garda terdepan dalam program MBG guna membangun generasi indonesia sehat dan berkualitas serta gizi yang hiegenis.
“Tujuan akhirnya adalah untuk mencapai Indonesia emas yag telah dicanangkan pada tahun 2045. Sehingga ketika itu tercapai menjadi Indonesia emas, maka Indonesia akan menjadi benar-benar negara yang besar,” jelasnya
Namun saat ini di Sulsel baru 46 SPPG yang sudah mengantongi SLHS dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan
“Tentu Kami mendorong SPPG yang belum melengkapi SLHS, karena SPPG juga wajib memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh dinas kesehatan. Jangan pernah berharap sesuatu dan memaksakan diri dengan melakukan yang tidak benar,” terangnya.
Suardi menyebut penerapan SLHS merupakan langkah awal dari rangkaian upaya BGN pada setiap SPPG.
“Yang paling utama itu higienitas dan kecukupan gizinya. Jangan sampai dia asal-asalan. Ini berbahaya bagi tujuan akhir,” jelas Suardi.
Menurutnya penjamah makanan harus higienis karena merupakan relawan yang direkrut oleh SPPG sebagai juru masak program MBG
“Tentu kita antisipasi adanya keracunan, wajib higien, wajib sehat, dan sesuai dengan ketentuan. Termasuk di dalamnya supaya tidak terjadi munculnya reaksi dari zat makanan,” tambahnya.(*)





