Ibnu Hajar Sebut Danny Pomanto Sosok Ideal Nahkodai Sulsel

Akademisi UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hajar Yusuf

BERANDANEWS – Makassar, Jelang kontestasi politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) terkhusus di Provinsi Sulawesi Selatan, sudah bermunculan berbagai figur untuk mengisi draf kontestan yang akan bertarung memperebutkan kursi tertinggi di Sulsel tersebut.

Akademisi UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hajar Yusuf menilai, sebagai tahap kritis dalam proses pergantian kepemimpinan, muncul figur yang layak dipertimbangkan, salah satunya adalah Wali Kota Makassar dua periode, Danny Pomanto.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto

“Sebagai tahap kritis dalam proses pergantian kepemimpinan, figur yang layak dipertimbangkan, salah satunya adalah Danny Pomanto. Dalam perspektif saya, Danny Pomanto merupakan sosok yang ideal untuk dipasangkan dengan Adnan, untuk menciptakan sinergi yang positif dalam dinamika politik”, jelas Ibnu Hajar.

Menurutnya, figur Danny Pomanto, selaku Walikota Inovatif, telah membuktikan visinya yang luas dengan berbagai pengalaman dan prestasi ditingkat nasional maupun dunia. Selain layak dipasangkan dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL, Danny Pomanto juga layak disandingkan dengan sosok Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

“Danny Pomanto dengan segudang pengalaman dan meraih prestasi baik di panggung Nasional dan Dunia. Bupati Luwu Utara dua periode, Indah Putri Indriani juga terbukti dengan pengalamannya sebagai pemimpin tangguh yang mampu bangkit dari bencana banjir lumpur dan tetap tegar dalam menghadapi tantangan. Kiprahnya dalam pemulihan infrastruktur, ekonomi, sosial, dan pendidikan mencerminkan kemampuan luar biasa dalam memimpin”, jelas Ibnu Hajar Calon Doktor Ilmu Komunikasi tersebut.

Ibnu Hajar menilai Pasangan Danny-Indah diharapkan dapat membangun komunikasi politik yang efektif, menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat, dan menciptakan kesatuan demi kebaikan bersama. Kehadiran Indah sebagai pemimpin perempuan yang akrab dengan rakyatnya memberikan sentuhan kemanusiaan, di mana kesibukannya tidak menyisihkan kehangatan silaturahim dengan masyarakat.

“Dalam konteks sejarah Sulawesi Selatan, potensi pemilihan Indah sebagai Wakil Gubernur perempuan pertama ketika paket Danny Indah betul-betul menyatu! Pencapaian ini tidak hanya menegaskan kepemimpinan mereka, tetapi juga membuka pintu untuk lebih banyak partisipasi perempuan diruang publik dalam politik daerah”, terangnya.

Adaptasi strategi komunikasi yang bersifat inklusif dan mengedepankan “Teori Komunikasi Transformasional” akan memperkuat citra dan dukungan pasangan Danny-Indah. Dengan merancang pesan-pesan yang inspiratif dan membangun dialog terbuka, mereka dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memberikan keyakinan spirit perubahan positif yang akan diwujudkan.

“Strategi ini bukan hanya mendukung kemenangan dalam kontestasi politik, tetapi juga mengukuhkan komitmen mereka terhadap partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan”, tambahnya.

Sebelumnya Nama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto digadang-gadang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel untuk diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024.

Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri mengatakan, Danny Pomanto sudah memenuhi beberpa kriteria untuk diusung di Pilgub 2024 mendatang.

Selain sebagai kader dari PDIP Sulsel, Danny dianggap bisa memenangkan Pileg hingga Pilpres di Sulsel.

“Kami prioritaskan kader. Kalau semisal Pak Danny bisa menangkan PDIP di Makassar, itu adalah pointer buat beliau dan kami. Artinya, itu kemenangan Pak Danny Pomanto. Pasti beliau sangat berpeluang, karena beliau itu kader,” ungkap Andi Ridwan Wittiri beberapa waktu lalu.(*)