BERANDANEWS – Makassar, Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemeriksa hewan kurban jelang hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah.
Satgas ini akan melibatkan sejumlah stakeholder di antaranya Camat, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, tim Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan sejumlah relawan dari beberapa universitas.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Evy Aprialty, mengatakan satgas ini akan bertugas untuk memeriksa kesehatan hewan di sejumlah titik penjualan hewan kurban. Sekaligus melakukan pengawasan terkait penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Mereka akan mendatangi titik-titik penjualan yang dikasih dari kecamatan dan titik pemotongan hewan. Mereka akan melihat kesehatan hewan apakah layak atau tidak untuk dikurban. Itu juga sejalan dengan pengawasan PMK,” kata dia.
Sebanyak ada 67 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, Panakkukang, Bontoala, Rappocini, Tamalate, dan Tallo. Untuk itu Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar akan menyiapkan kartu sehat yang akan diberikan kepada setiap hewan kurban yang sehat dan layak untuk kurban.
“Setiap tahun ada kartu sehat, tapi warnanya berbeda-beda. Tahun ini kami warnanya hijau. Jadi hewan setelah diperiksa dan layak kurban, itu diberi kartu sebagai penanda. Di tanduknya juga diberi lakban dan ada nomornya sama dengan nomor di kartu,” jelas Evy.(*)





