5 Kebiasaan Mandi yang bisa merusak Kulit

Aktivitas Mandi merupakan salah satu kebiasaan sehari-hari yang bermanfaat bagi tubuh. Seperti menghilangkan bau badan dan kotoran, dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Namun aktivitas mandi juga bisa merusak kulit jika dilakukan dengan cara yang salah. Kebiasaan mandi yang salah bisa membuat kulit menjadi kering dan gatal, bahkan bisa menyebabkan eksim (peradangan pada kulit).

Lalu, kebiasaan-kebiasaan mandi apa sajakah yang bisa merusak kulit? Melansir The Healthy, berikut ulasannya.

1. Sabun yang tidak mengandung pelembap
Mungkin sebagian kita memakai jenis sabun yang bisa memengaruhi baik atau buruknya kebiasaan mandi. Menurut dokter kulit asal AS, Mona Gohara, mandi dengan sabun tanpa kandungan pelembap bisa membuat kulit menjadi kering. Karena itu, gunakanlah sabun yang mengandung asam stearat atau mencantumkan kata ‘melembapkan’ pada bagian kemasan.

“Sabun batangan tanpa bahan pelembap, seperti banyak sabun deodoran antibakteri, bisa benar-benar mengeringkan kulit Anda,” tegas Dr. Gohara, kepada The Healthy.

2. Mandi dengan air panas dan terlalu lama
Cuaca yang terlalu dingin seringkali membuat kita betah berlama-lama mandi dengan air panas. Namun ternyata, hal ini bisa membuat kulit mengering. Menurut Dr. Gohara, hal ini disebabkan karena suhu air yang terlalu panas bisa mengikis minyak alami yang dibutuhkan kulit, sehingga kelembapan kulit pun menjadi berkurang.

Hal yang sama juga akan Anda rasakan jika mandi terlalu lama. Ketika kulit terlalu sering terkena air saat mandi, maka air pun akan ikut membilas kadar minyak dan kelembapan pada kulit. Karena itu, Dr. Gohara pun menyarankan kita untuk mandi setidaknya 5 – 10 menit untuk menjaga kesehatan kulit.

3. Menggosok tubuh terlalu keras dengan spons
Beberapa orang kerap menggosok tubuhnya terlalu keras dengan shower puff atau spons saat mandi. Namun sayangnya, permukaan spons yang cenderung kasar bisa menghilangkan pelindung alami kulit.

Karena itulah, Dr. Gohara pun menyarankan kita untuk menggosok tubuh dengan tangan untuk membersihkan kulit dari kotoran yang menempel. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan lap berbahan katun (yang biasa digunakan untuk bayi) yang lebih aman untuk kulit.

Saat menggunakan lap ini, pastikan Anda menggantinya secara berkala. Sebab, lap yang jarang diganti rentan dipenuhi bakteri, sehingga kulit pun jadi lebih mudah terinfeksi.

4. Tidak membilas tubuh dengan baik
Saat mandi, pastikan agar seluruh sabun dan sampo telah terbilas dengan bersih. Sebab menurut dokter kulit asal AS, Sandy Johnson, sisa sabun dan sampo yang tertinggal di kulit bisa menyebabkan iritasi dan menyumbat pori-pori sehingga memicu jerawat di tubuh.

“Ini juga yang menyebabkan munculnya jerawat di punggung. Untuk mencegahnya, miringkan kepala Anda saat membilas rambut. Cara ini cukup efektif untuk membuat sisa sampo dan kondisioner mengalir langsung ke lantai tanpa menyentuh tubuh,” kata Dr. Johnson saat kepada The Healthy.

5. Tidak langsung pakai lotion pelembap
Setelah mandi, Anda mungkin menunggu beberapa saat untuk mengoleskan lotion pelembap. Padahal menurut Dr. Johnson, terlalu lama menunda atau mengaplikasikan lotion justru membuatnya jadi tidak terserap sempurna ke kulit.

Karena itu, segeralah mengoleskan lotion setelah Anda mengeringkan tubuh usai mandi atau pada saat tubuh masih dalam kondisi lembap. Dengan demikian, lotion pelembap pun akan terserap maksimal pada kulit.