TP PKK Sulsel dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulsel Kunjungi Lapas Kelas II A Sungguminasa

Berandasulsel.com – Gowa, Dalam rangkaian hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-350 tahun, TP PKK Prov. Sulsel bersama TP PKK Kota Makassar, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Prov. Sulsel, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, dan sejumlah OPD terkait mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Sungguminasa, Gowa pada Rabu (16/10).

“Jadi hari ini dalam rangka hari jadi Sulsel yang ke-350, kami kerjasama dengan Dinas Sosial dan Biro Kesra Sulsel bersama-sama mengunjungi saudara-saudara kita di Lapas,” ucap Lies.

Pada kunjungan ini, Lies F. Nurdin selaku Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Ketua YKI Sulsel berkesempatan melihat langsung bakat-bakat yang dimiliki oleh warga binaan Lapas Perempuan Sungguminasa. Lies juga memberikan sejumlah bantuan berupa satu unit mixer pembuat roti, lima dispenser beserta galon, sebelas kotak P3K, lima puluh Al-Quran, 400 tumbler, dan perlengkapan mandi kepada 400 warga binaan yang ada di lapas.

“Sebagai bentuk perhatian, kami bawakan sejumlah bantuan. Kami dengar di sini warga binaannya pintar membuat roti. Roti-rotinya enak, tetapi mereka butuh alat yang kuantitinya lebih besar untuk membuat roti, beserta bantuan lainnya. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat di sini,” jelas Lies yang merupakan lulusan program master dari Kyushu University Japan.

Selain itu, hasil kerajinan tangan warga binaan di Lapas pimpinan Victor Teguh Prihartono ini juga mendapat apresiasi tinggi dari istri Nurdin Abdullah.

“Ya jadi kalau kita lihat di sini itu mereka punya bakat untuk membuat keterampilan sangat bagus. Tadi banyak ibu-ibu beli dan ibu-ibu akan pasarkan juga. Ini punya saya tadi saya beli juga,” ungkap Lies sambil memperlihatkan tas hasil karya warga binaan yang ia kenakan.

Nantinya, Lies bersama Dekranasda Prov. Sulsel akan bekerjasama dengan Lapas Perempuan Tingkat 2 Sungguminasa untuk membantu memasarkan produk-produk hasil warga binaan dan melakukan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kualitas dan keterampilan warga binaan di sana.

Sementara itu, ditempat yang sama Lies F. Nurdin pada kunjungan ini, diberikan penjelasan singkat mengenai bahaya kanker payudara dan kanker mulut rahim yang menjadi dua jenis kanker dengan jumlah penderita terbanyak di Indonesia. Diharapkan para warga binaan merasa cemas terhadap penyakit kanker sehingga mau memeriksakan kondisinya ke dokter apabila memiliki keluhan berupa benjolan atau keluar cairan dari payudaranya.

Selain itu, Lies beserta rombongan juga berkesempatan meninjau langsung kondisi sel-sel yang menjadi tempat tinggal warga binaan. Lies juga berinteraksi dengan beberapa warga binaan yang ada di sana.

“Saya keliling dengan Kepala Lapas di sini. Saya sempat melihat beberapa anak warga binaan yang tinggal di sini. Mereka masih kecil-kecil, ada yang baru lahir, ada yang sudah tujuh bulan. Kami lihat di sini lingkungannya bersih, hijau dan terkontrol semua, jadi Insya Allah anak-anak itu bisa tetap dekat dengan orangtuanya dalam keadaan yang kondusif,” jelas Lies.

Terkait dengan hal tersebut, Meisy Sari Bunga Papayungan selaku Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Prov. Sulsel yang hadir pada kunjungan ini mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bisa memberikan fasilitas layanan yang memadai bagi warga binaan dan balitanya yang ada di Lapas.

“Hak anak di Lapas memang belum dicover seluruhnya di Lapas, karena memang bukan peruntukannya di situ. Di sinilah peran lintas lembaga termasuk Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan , Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan itu perlu kami koordinasikan dulu agar layanan tersedia dan bisa diakses,” jelas Meisy.

Ke depan, diharapkan warga binaan yang memiliki balita dapat memiliki layanan kesehatan berupa BPJS. Selain itu bantuan ambulans untuk warga binaan yang akan melahirkan, serta imunisasi anak dan makanan tambahan untuk anak juga dirancangkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat. (*)